Sabtu, 08 November 2014

Rangkuman Konsep Dasar Layer OSI

Konsep Layer OSI (Open Systems Interconnection)


Pengertian dan Sejarah Layer OSI
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur  bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standar ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan ISO atau International Organization for Standardization di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).

Cara Kerja OSI  Layer
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewatike-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudiandi sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat datamelewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dihilangkan sesuai dengan layernya. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan.

Komponen Penyusun 7 Layer OSI
7 OSI Layer memiliki 7 Layer yang Terdiri dari :
1.            Physical Layer 
2.            DataLink Layer 
3.            Network Layer 
4.            Transport Layer 
5.            Session Layer 
6.            Presentation Layer 
7.            Application Layer.

Dari ke tujuh layer tersebuat mempunyai 2 (dua) Tingkatan Layer, yaitu:

1.            Lower Layer
Fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer yang meliputi : Physical Layer, DataLink Layer, Network Layer dan Transport Layer.

2.            Upper Layer
Intisari komunikasi data melalui jaringan aktual yang meliputi : Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer. 

Dalam penentuan Low Layer dan Upper Layer ini, saya berpedoman pada buku “CISCO CCNA & JARINGAN KOMPUTER” karangan Iwan Sofana penerbit INFORMATIKA cetakan kedua tahun 2010. Karena pada Upper Layer data masih belum mengalami “perubahan bentuk”. Setelah memasuki layer ke-4 (session layer), barulah data diubah menjadi segmen-segmen.

Fungsi dari tiaptiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Protokol adalah aturan berkomunikasi untuk tiap-tiap layer antar-host yang berbeda. Fungsi header untuk menandai koneksi antarlayer dari source kedestination.

Fungsi Masing-Masing Layer beserta Protokol dan Perangkatnya

1.            Physical Layer : 
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card).

Perangkat jaringan:
o   Repeater
o   Multiplexer
o   HUB (Passive and Active)
o   TDR
o   Oscilloscope
o   Amplifier

Protokol:
o   IEEE 802 (Ethernet standard)
o   IEEE 802.2 (Ethernet standard)
o   ISO 2110
o   ISDN
o   RS-232
o   SONET
o   POTS
  
2.            DataLink Layer :
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Pada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB, Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi.

Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer ini menjadi dua sublayer, yaitu lapisanLogical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC). Sublayer LLC mengatur komunikasi, seperti error nitification dan flow control. Sedangkansublayer MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan untuk proses komunikasi antar-adapter.

Perangkat jaringan:
o   Bridge
o   Wifi Card
o   Switch
o   ISDN Router
o   Intelligent HUB
o   NIC (Network Interface Card)
o   Advanced Cable Tester

Protokol:
o   802.3 CSMA/CD (Ethernet)
o   802.4 Token Bus (ARCnet)
o   802.5 Token Ring
o   802.12 Demand Priority
o   FDDI
o   HDP
o   CDP
o   Frame Relay

3.            Network Layer :
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch Manage).

Perangkat jaringan:
o   Bridge
o   Switch
o   ISDN Router
o   Intelligent HUB
o   NIC
o   Advanced Cable Tester

Protokol:
o   IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
o   IGMP;
o   IPX
o   NWLink
o   NetBEUI
o   OSI
o   DDP
o   DECnet

4.            Transport Layer :
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP/IP. Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

Analogi dari
TCP/IP : seperti orang telepon yaitu menekan tombol, melakukan panggilan, mengkonfirmasi panggilan, dan manyampaikan tujuan (safe).
UDP : seperti orang mengirim surat yang belum pasti surat sampai ke tangan orang yang dituju (unsafe). Umumnya digunakan untuk video streaming.

Perangkat jaringan:
o   Router yang memiliki fungsi tambahan sebagai firewall

Protokol:
o   TCP
o   UDP
o   SPX
o   SCTP
o   IPX

5.            Session Layer : 
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.

Protokol:
o   NetBIOS
o   Names Pipes
o   Mail Slots
o   RPC
o   X Window
o   NFS

6.            Presentation Layer : 
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam Layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP).

7.            Application Layer : 
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer  ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Protokol:
o   FTP
o   TFTP; BOOTP
o   SNMP; RLOGIN
o   SMTP; MIME;
o   FINGER
o   TELNET; NCP
o   APPC; AFP
o   SMB
o   Gopher
o   HTTP



Kumpulan Materi Pemrograman Dasar Komputer


Rangkuman Materi Pemrograman Dasar 



Konsep Dasar Pemrograman

Algoritma : Langkah-langkah untuk menyelesaikan sesuatu masalah
Pemrograman Terstruktur : “Metode untuk mengorganisasikan dan membuat kode-kode program supaya mudah untuk dimengerti, mudah di test dan di modifikasi.”
Algoritma Pemrograman Yang Baik
Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah :
1.     Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah
2.     Menghasilkan output yang tepat dan benar dalam waktu yang singkat
3.     Ditulis dengan bahasa yang standar secara sistematis dan rapi sehingga tidak menimbulkan arti ganda.
4.     Ditulis dengan format yang mudah dipahami dan diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman.
5.     Semua operasi yang dibutuhkan terdefinisi dengan jelas.
6.     Semua proses harus berakhir setelah sejumlah langkah dilakukan.
Standar Suatu Program Yang Baik
A. Standar Pemecahan masalah
teknik untuk dapat membantu memecahkan masalah antara lain teknik Top Down dan teknik Modular.
B. Standar Penyusunan Program
1. Kebenaran logika dan penulisan
Program yang disusun harus memiliki logika dalam pemecahan masalah. Program yang dibuat harus memiliki ketepatan, ketelitian dan kebenaran sehingga menghasilkan program yang baik.
2. Waktu penulisan dan eksekusi program
3. Perawatan dan pengembangan program
Penyusunan program harus mempunyai sifat kesederhanaan dan kejelasan dari program yang nantinya akan dikembangkan dan membantu dalam perawatan.
4. Portabilitas
Bahasa pemrograman dan program yang disusun sebaiknya bisa dipakai pada berbagai tipe komputer yang berbeda-beda dan berbagai jenis sistem operasi.


Standar Perawatan Program
1. Dokumentasi
2. Penulisan Instruksi
a. Berikan keterangan untuk awal statement atau instruksi yang tergabung dalam sekelompok statement.
b. Awal dan akhir statement dari sekumpulan statement ditulis pada kolom yang sama.
c. Gunakan sebaris atau beberapa baris kosong sebagai pemisah.
d. Hindari pernyataan untuk Percabangan
(IF statement ) yang sangat rumit dan Nested Loop (Loop disalam Loop lain) yang berlebihan.
e. Gunakan “kurung buka dan tutup” dalam menulis suatu ekspresi Aritmatika atau logika.
f. Gunakan “Spasi” dalam menulis statement atau instruksi.
Sifat Penulisan Program
a. Program Oriented
Penulisan program yang struktur programnya selalu berubah, apabila kondisi data yang diproses di dalam program tersebut, bertambah volume datanya. Selain itu penulisan program ini bersifat statis dan tidak fleksibel (program animasi)
b. Data Oriented
Penulisan program yang struktur programnnya tidak selalu berubah, walaupun volume data yang diproses di dalam program tersebut, dalam jumlah besar. Selain itu pula penulisan program ini bersifat dinamis dan mempunyai tingkat fleksibilitas yang tinggi.
Kualitas Bahasa Pemrograman
1. Ekspresifitas
Bahasa pemrograman yang baik harus jelas dalam menggambarkan algoritmanya yang dibuat.
2. Definitas (dapat didefinisikan dengan baik)
Bahasa Pemrograman dapat didefinisikan dari adanya sintak dan semantic baik. Sintak dan semantic ini haruslah konsisten dan tidak bermakna ganda.
3. Tipe data dan Strukturnya
Bahasa pemrograman yang baik harus berkemampuan dalam mendukung berbagai tipe data (integer, string,real). Serta struktur data (array, record,file)
4. Modularitas
Bahasa pemrograman yang baik harus memiliki fasilitas sub program. Program yang besar dapat dikerjakan oleh beberapa pemrogram secara bersama-sama yang nantinya dengan mudah dapat digabungkan menjadi sebuah modul saja.


5. Adanya Input Output
Bahasa pemrograman yang baik harus dapat mendukung berbagai jenis model file seperti sequential, random, index dsb dalam proses masukan dan keluaran.
6. Portabilitas
Bahasa pemrograman yang dapat digunakan pada berbagai tipe mesin computer yang berbeda-beda.
7. Efisiensi
Bahasa pemrograman yang dapat mengatur banyaknya instruksi program dalam membatasi waktu tempuh pemrosesan, mengatur jumlah memori yang digunakan program,.
8. Interaktif
Bahasa pemrograman yang baik harus mudah dipelajari dan diajarkan pada user. Serta dimengerti tentang proses yang sedang dilakukannya.
9. Umum
Bahasa pemrograman yangn baik harus memiliki jangkauan yang luas untuk berbagai aplikasi pemrograman sehingga dapat bersifat bahasa serbaguna.